Profile photo of david47e

TUGAS MAKALAH SIM SHUTTLE EXPRESS

TUGAS MAKALAH SIM

SHUTTLE EXPRESS

Kelompok Damar E 47

                    David N. Sutyanto                                                P056131624.47E

                    Dian Nurhadiatin                                                  P056131622.47E

                    Eri Septyawardani                                                P056131702.47E

                    Faldy Baskoro                                                       P056131712.47E

                    Tyas Tuti Rahayu                                                 P056131902.47E

                    Purwantoro                                                           P056131852.47E

                    Viga Fakoano                                                        P056131912.47E

 

Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

 

PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2014

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan sistem informasi telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih mudah, akurat, berkualitas dan tepat waktu. Perkembangan sistem informasi manajemen saat ini menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang diambil oleh manajemen dalam suatu perusahaan baik pada tingkat operasional maupun tingkat manajerial. Setiap perusahaan dapat memanfaatkan jaringan teknologi informasi untuk menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronis atau berbasis sistem. Perkembangan ini telah menyebabkan perubahan peran dari para manajer dan pengambil keputusan, dimana mereka dituntut untuk selalu dapat memperoleh informasi yang paling akurat dan terkini yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu dengan perkembangan informasi saat ini dapat memudahkan dalam berinovasi dan menemukan sesuatu yang baru. Terlebih sistem informasi dengan perkembangannya dapat pula menunjang keberhasilan suatu bisnis. Hal itu pula yang telah diterapkan oleh Shuttle Express. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi di Amerika yang tumbuh berkembang dengan baik hingga menjadi salah satu perusahaan jasa transportasi terbesar. Dan hal itu dikarenakan oleh penerapan sistem informasi yang baik.

Pada makalah ini akan dibahas mengenai perkembangan penerapan sistem informasi yang diterapkan oleh Shuttle Express dari awal dibentuk hingga kini dan apa saja yang membuat Shuttle Express masih bertahan menjadi perusahaan jasa transportasi terbaik hingga kini.

 

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dilakukannya penulisan paper ini adalah selain sebagai berikut :

1. Mengkaji keterkaitan antara sistem informasi dengan proses bisnis perusahaan

2. Mengkaji dan memahami peranan sistem informasi dalam meningkatkan suatu bisnis

3. Mengkaji dan memahami perangkat sistem informasi yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi pada jasa layanan transportasi antar jemput di perusahaan Shuttle Express dalam bentuk Matrix Komponen Sistem Informasi

4. Membandingkan hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak sejak dimulai tahun 1990-an dengan keadaan teknologi sistem informasi Shuttle Express saat ini.

 

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1.      Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen adalah suatu kajian sistem informasi dalam bisnis dan manajemen. Hal ini yang mendesign spesifik kategori sistem informasi untuk keperluan manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi manajemen memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen mengenai performa suatu organisasi dalam kurun waktu tertentu dan informasi ini pula yang digunakan sebagai alat untuk memonitor dan mengkontrol bisnis, dan memprediksi performa di masa yang akan datang (Laudon & Laudon, 2009).

Pihak manajemen mendapatkan laporan performa dalam waktu mingguan, bulanan, dan tahunan. Meskipun beberapa sistem informasi manajemen memungkinkan para pihak manajemen untuk melihat performa dalam kurun waktu yang lebih spesifik dan detail seperti; harian, dan jam.

Berdasarkan (O’Brien & Marakas, 2007), Sistem Informasi Manajemen merupakan kombinasi dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya yang mengumpulkan data, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam lingkup suatu organisasi. Tujuan SIM, yaitu:

  1. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan). Semua sistem Informasi memiliki tiga unsur atau kegiatan utama, yaitu (Ismail, 2004) :

  1. Menerima data sebagai masukan ( input)
  2. Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain.
  3. Memperoleh informasi sebagai keluaran (output).

 

Prinsip ini berlaku baik untuk sistem informasi manual, elektromekanis maupun komputer. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem informasi dan memproses data, dan kemudian mengubahnya menjadi informasi. Menurut O’brien (2007) SIM merupakan kombinasi yang teratur antara people, hardware, software, communication network dan data resources (kelima unsur ini disebut komponen sistem informasi) yang mengumpulkan, merubah dan menyebarkan informasi dalam organisasi seperti pada gambar 2.1

Peranan SIM dalam Bisnis dan Industri

Terdapat 3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu :

  1. Mendukung proses bisnis dan operasional
  2. Mendukung pengambilan keputusan
  3. Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif

 

2.2.      Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

Berdasarkan (Sutabri, 2012), Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Berikutnya, menurut (Sutarman, 2012), sistem informasi adalah ”Sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi).

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan gabungan dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi dan datayang saling berinteraksi untuk menyimpan, mengumpulkan, memproses, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.Siklus informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut ;

Gambar 2.3  Siklus Informasi

 

Adapun fungsi-fungsi  informasi adalah sebagai berikut  :

  1. Untuk meningkatkan pengetahuan bagi si pemakai
  2. Untuk mengurangi ketidakpastian  dalam proses pengambilan keputusan  pemakai
  3. Menggambarkan  keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.

2.3.      Komponen Sistem Informasi

Berdasarkan(Sutabri, 2012), sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building block), dan blok kendali. Sebagi suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

  1. Komponen Input (Input Block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

  1. Komponen Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

  1. Komponen Output (Output Block)

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

  1. Komponen Teknologi (Technology Block)

Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Pada blok ini, teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

  1. Komponen hardware

Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung  database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

  1. Komponen software

Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

  1. Komponen Basis Data (Database Block)

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan lebih berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. basis data diakses atai dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

  1. Komponen Kontrol (Controls Block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4.      Pemanfaatan SIM dalam Bisnis dan Industri

Aplikasi bisnis dari sistem informasi telah berkembang secara pesat dari tahun ke tahun seperti terlihat pada tabel di bawah :

 

 

Pengembangan solusi Information System untuk mengatasi problem bisnis merupakan kewajiban para profesional bisnis sekarang. Karena lingkungan bisnis terus berkembang, maka solusi bisnis di masa lalu mungkin perlu mengalami pengembangan sehingga tetap up-to-date. Pengembangan SI pada dasarnya melibatkan beberapa tahap yang berulang (siklus) yaitu :

 

Gambar 2.4 Tahap/Siklus Pengembangan Sistem Informasi

2.5.      Peranan Teknologi Informasi

Peranan teknologi informasi pada aktifitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis, memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur,operasi dan manajemen organisasi. Berkat teknologi ini berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh manusia. Pengambilan uang melalui ATM (anjungan tunai mandiri), transaksi melalui internet yang dikenal dengan   E-Commerce atau perdagangan elektronik, transfer uang melalui E-Banking yang dapat dilakukan dirumah merupakan sejumlah contoh hasil penerapan teknologi informasi.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa :

  1. Teknologi informasi menggatikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  2. Teknologi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan suatu tugas atau proses.
  3. Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia.

Dalam hal ini teknoplogi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses. Banyak perusahaan yang berani melakukan investasi yang sangat tinggi dibidang teknologi informasi. Alasan yang paling umum adalah adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif,mengurangi biaya,meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan.

Internet

Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Rosen (2000) mendefinisikan internet sebagai :

  1. Internet memberikan infrastruktur teknis agar dapat berhubungan secara online an memberikan kemudahan dalam mengakses world wide web.
  2. Internet memberikan kesempatan peluang bisnis sehingga mudah untuk mengakses informasi bagi usaha anda dan produk baik dari rumah maupun kantor.
  3. Internet merupakan suatu jaringan global yang terbentuk dari jaringan kecil, berhubungan dengan jutaan komputer di dunia dan terhubung dengan infrastruktur telekomunikasi.

Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer di seluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan lokal berskala kecil, jaringan-jaringan kelas menengah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi tulang punggung internet, sehingga setiap pemakai dari setiap jaringan dapat saling mengakses semua service atau layanan yang disediakan oleh jaringan lainnya. Secara fisik dianalogikan sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan.

Node bisa berupa komputer, jaringan lokal atau peralatan komunikasi, sedangkan garis penghubung antar simpul disebut sebagai tulang punggung (backbone) yaitu media komunikasi terestrial (kabel, serat optik, microwave, radio link) maupun satelit. Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dipakai pengguna untuk mencari, menempatkan dan atau bertukar informasi di Internet.Walaupun secara fisik Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi Internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan lain sebagainya.

TIPE JARINGAN

PENGGUNA UTAMA

AKSES

TIPE INFORMASI

Internet Setiap individu yg Memiliki akses ke internet Publik (tak terbatas) General, publik dan advertorial
Intranet Hanya karyawan yg Diberikan hak khusus Privat dan  terbatas Spesifik, korporat dan kepemilikan
Extranet Kelompok yg  diotorisasi dari perusahaan Privat dan mitra luar yg  terotorisasi

Informasi bersama dlm kelompok kolaborator dan terotorisasi

Tabel Karakterisik Internet, Intranet dan Extranet

 

Ada 3 komponen utama internet yakni; komputer, jaringan telpon dan modem. Dalam operasionalnya internet banyak menggunakan jaringan komunikasin yang biasa dikenal dengan jaringan telpon. Jaringan telpon biasanya diperuntukkan untuk berkomunikasi (voice communication) dan fax. Perkembangan selanjutnya metode transfer data banyak memanfaatkan fiberglass atau TV-Cable. Untuk dapat terkoneksi ke internet yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan ke internet service provider (ISP) sebagai penyedia jasa layanan internet.

Ekstranet

Ekstranet adalah aplikasi jaringan, dimana perusahaan dapat menggunakan Internet untuk meningkatkan hubungan bisnis dengan partner, supplier dan customer. Dengan Ekstranet Internal system suatu perusahaan dapat diakses oleh partner, supplier dan customer.

Ekstranet banyak dipakai oleh perusahaan di banyak negara industri untuk mengumpulkan dan mendistrbusikan informasi yang penting ke semua negara dan seluruh dunia.

 

Teknologi Ekstranet

Aplikasi ekstranet berbasis open Internet standard seperti HTTP, TCP/IP,FTP, SMTP, HTML, MIME, X.500, X.509, SSL, etc. Aplikasi Extranet didesign untuk operasi di lingkungan komplek, menggunakan product dari berbagai bermacam vendor :

  1. Web browsers dan servers
  2. Secure file transfer servers
  3. Customer account management systems
  4. Remote administration tools
  5. Directory server
  6. Authetication systems
  7. Commerce system
  8. Distributed computing infrastruktures dan databases
  9. Messaging systems
  10. Firewalls and proxies
  11. Security scanners

 

Yang harus diperhatikan ketika mendesign dan implementasi sistem Extranet, seperti sistem dan informasi corporate yang harus disampaikan. Keamanan sangat penting, perusahaan partner hanya dapat mengakses sumber yang diijinkan oleh Extranet.

 

Intranet

Intranet (Internal Network) mulai didengung-dengungkan pada pertengahan tahun 1995 oleh beberapa penjual produk jaringan yang mengacu pada kebutuhan informasi dalam bentuk Web di dalam perusahaan. Intranet merupakan jaringan komputer dalam perusahaan yang menggunakan komunikasi data standar seperti dalam Internet. Artinya, semua fasilitas Internet dapat digunakan untuk kebutuhan dalam perusahaan (atau dalam suatu organisasi). Dengan kata lain, Intranet dapat dikatakan ber-internet dalam lingkungan yang terbatas.Antar Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah Intranet tidak perlu sambungan luar ke Internet untuk berfungsi secara benar.

 

Secara umum, teknologi yang digunakan antara Internet dan Intranet adalah sama. Namun demikian terdapat perbedaan antara Internet dengan Intranet dilihat dari perspektif jangkauan  dan penggunaannya, yakni:

  1. Lingkup akses dan jangkauan.
  2. Cara teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi.
  3. Tujuan dari terselenggaranya komunikasi.

Pada Internet, lingkupnya adalah global, komunikasi lewat saluran telekomunikasi publik, dan penggunanya bisa siapa saja tanpa membedakan posisi seseorang dalam kaitannya dengan isi informasi. Pada Intranet, cakupannya lebih terbatas, yakni di dalam organisasi; hubungannya antar kelompok kerja atau departemen di dalam perusahaan; penggunaannya oleh komunitas yang sudah ditentukan.

E-commerce

Ecommerce atau Electronic Commerce merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam dunia per-internet-an. Kegiatan bisnis yang dijalankan (misalnya transaksi bisnis) secara elektronik melalui suatu jaringan (biasanya internet) dan komputer atau kegiatan jual – beli barang atau jasa (atau mentransfer uang) melalui jalur komunikasi digital. Penggunaann sistem E-Com dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Di Indonesia, sistem Ecom kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih menyangsikan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mengenai apa itu E-Com yang sebenarnya.

Dalam pembuatan toko di internet (cybershop), diperlukan software-software tertentu untuk mengatur inventarisasi barang dan proses transaksi jual beli barang. Software-software khusus untuk membuat sistem E-Com, seperti Intershop Online keluaran Intershop Communications, Merchant Server keluaran Microsoft Corp, dan Electronic Commerce Suite keluaran iCat. Software-software itu khusus dijual kepada pihak-pihak yang berniat membangun cybershop. Pada umumnya software-software untuk pembuatan E-Commerce ini menggunakan database untuk penyusunan katalog. Database yang digunakan biasanya adalah DB2, Oracle, atau SQL.

E-commerce mencakup semua aktivitas bisnis secara online untuk produk dan jasa, baik antara bisnis ke bisnis dan bisnis ke pelanggan di internet. Dalam Rosen 2000, E-commerce dapat terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Pembelanjaan (online shopping).

Adalah bidang dari informasi dan aktivitas yang dapat memberikan pelanggan informasi yang mereka butuhkan untuk berhubungan usaha dan membuat keputusan untuk membeli.

  1. Pembelian (online purchasing).

Adalah infrastruktur teknologi untuk pertukaran data dan pembelian produk di dalam internet. Infrastruktur ini memberikan kemudahan untuk membeli produk di dalam internet.

 

E-Banking

E-Banking atau electronic banking merupakan fitur produk perbankan yang dilakukan tanpa menggunakan pelayanan pegawai bank, namun melalui delivery channel transaksi elektronik perbankan. Contoh E-Banking antara lain SMS Banking, Internet Banking, ATM, smart card. E-Banking merupakan trend dunia perbankan, setiap bank mencoba mengalihkan pelayanan transaksi melalui counter teller di cabang ke E-Banking, sehingga biaya transaksi menjadi lebih murah.

 

Electronic Data Interchange (EDI)

Ada beberapa definisi EDI dari beberapa sumber, yaitu:

  1. EDI didefinisikan sebagai komunikasi atau transaksi elektronik diantara pemakai (user) melalui aplikasi software (http://www.3com.com).
  2. EDI didefinisikan sebagai inter organisasi (di dalam perusahaan, antar perusahaan dan perusahaan dengan pemerintah), pertukaran dokumentasi dari suatu komputer ke komputer lain (http://www.inxservice.com).
  3. EDI dapat pula didefinisikan sebagai perpindahan elektronik dari satu aplikasi komputer ke aplikasi komputer lainnya (http://www.clack.net).

 

Tujuan dari penerapan EDI adalah meningkatkan aliran dan manajemen informasi bisnis dengan mengurangi kesalahan dalam pemasukan data (data entry) dan juga mengurangi waktu pemrosesan dokumen (Wibowo, 1999). Terdapat 3 komponen dasar di dalam EDI yakni: protocol standard, software, dan sistem hardware. Aplikasi software menjalankan protocol standard dan hardware sebagai pengirim yang terdiri dari server dan komponen jaringan. EDI merupakan suatu cara baru dalam melakukan usaha, secara operasional EDI sama dengan kegiatan operasional sehari-hari (paper-based system). Sebagai contoh apabila perusahaan ingin mengirimkan dokumen usaha ke rekan usaha di Singapore, kegiatan yang dilakukan biasanya adalah:

  1. Membuat suatu dokumentasi usaha sesuai dengan format yang telah ditentukan
  2. Menterjemahkan dari bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris.
  3. Akhirnya, mengirimkan dokumentasi tersebut melalui kantor pos atau media pengiriman lain seperti fax.

Bila menggunakan EDI pengiriman dokumen atau berita dilakukan dengan 3 tahap yakni :

  1. Membuat suatu dokumentasi usaha sesuai dengan format yang telah ditentukan dengan EDI standart/protocol standard.
    1. Menterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris menggunakan EDI software.
    2. Mengirimkan dokumentasi menggunakan Value Added Networks (VANs).

VANs banyak memberikan nilai tambah (added value) dalam penggunaan EDI yakni:

  1. Kegunaan waktu (time utility)

Dengan adanya kotak surat server (mailbox) perusahaan tidak harus setiap waktu berhubungan dengan rekan usahanya karena dapat membuka berita di EDI setiap saat.

  1. Kegunaan penterjemahan (translation utility)

VANs menyediakan sarana penterjemahan standard pengiriman berita EDI sehingga perusahaan tidak perlu mengkhawatirkan kecocokan (compatibility) bahasa dengan rekan usahanya.

  1. Biaya murah (cheaper cost)

Penggunaan jaringan bersama (shared network) relative lebih murah dibandingkan memiliki jaringan EDI sendiri (leased EDI line).

  1. Mengirimkan berita satu untuk banyak (one to many)

Sebuah berita EDI dapat dikirimkan kepada banyak penerima dengan menggunakan VAN.

  1. Pertanggungan jawab (accountability)

VAN dapat melakukan pencatatan terhadap setiap berita yang dikirimkan.

  1. Keamanan (security)

VAN memberikan nilai tambah kepada EDI dengan meningkatkan masalah keamanan bagi komputer perusahaan terhadap dunia luar.

  1. Berhubungan antar sesame (interconnectability)

Bila rekan usaha baru juga menggunakan VAN, berita EDI dapat dipertukarkan atau dikirimkan sesame perusahaan yang menggunakan VANs.

 

BAB III. PEMBAHASAN

3.1.           Sejarah Shuttle Express

Shuttle Ekspres dibentuk oleh San Juan Airlines pada tahun  1979. Pada saat itu, San Juan Airlines adalah maskapai penerbangan komuter tertua di Amerika Serikat. Maskapai ini terhubung dengan wisatawan dari seluruh Puget Sound, Vancouver, dan Victoria ke Seattle-Tacoma dan bandara Portland dan ke dunia luar. Layanan penerbangan ini melahirkan ide untuk menciptakantransportasi darat (Van) dari pesawat terbang untuk menghubungkan masyarakat, rumah, dan bisnis dari wilayah Seattle-Tacoma-Everett untuk SeaTac Airport.

San Juan Airlines telah mendapatkan reputasi sebagai maskapai penerbangan komuter paling aman dan paling profesional di AS. Masyarakat percaya bahwa budaya aman dan profesional yang ditransfer dari maskapai penerbangan akan menciptakan sebuah perusahaan transportasi darat yang sukses. Tujuan langsung perusahaan adalah untuk membangun perusahaan baru di atas dasar yang sama keselamatan, layanan, dan kehandalan. Misi perusahaan adalah untuk memberikanrasa aman, peduli, terjangkau, dan akses yang baik di SeaTac bandara.

Konsep transportasi door to door mulai dijalankan oleh Shuttle Express. Shuttle Ekspres menyediakan pelayanan yang baik, peralatan bersih, driver berseragam, dan harga yang wajar. Yang paling penting, budaya yang diterapkan yaitu budaya mengemudi dengan aman, membuka pintu, membawa tas, dan merawat untuk para tamu dengan segala cara.

Sebagai perusahaan muda, shuttle menghadapi tantangan “profitabilitas”. Perusahaan Shuttle Express menjual San Juan Airlines ke Alaska Airlines, dan dari penjualan ini mampu untuk menanamkan lebih banyak uang ke dalam bisnis dengan harapan mencapai profit yang lebih baik.

Perusahaan terus menjalankan perampinganperusahaan dengan memegang standar yang tinggi untuk pelayanan publik dan mempertahankan tarif rendah. Perusahaan percaya budaya untuk merawat dan mempercayai orang, baik karyawan dan masyarakat dapat menjadi dasar keberhasilan Shuttle Express. Pada tahun 2010perusahaan telah melayani lebih dari 714.000 tamu. Hal ini diterjemahkan lebih dari satu juta rute perjalanan.

Sepanjang 22 tahun perusahaan telah menambah layanan baru. Awalnya, perusahaan hanyamelayani layanan hotel bandara. Pada tahun 1994 perusahaan memulai layanan Executive Town Car, yang sekarang termasuk armada limosin. Pada tahun 1999 perusahaan membeli bus pertama, perusahaan terus melayani konsumen dengan konsep aman, terjangkau, dan untuk memenuhi kebutuhan tamu dalam setiap perjalanan.

3.2.           Perkembangan Teknologi Informasi pada Jasa Transportasi

Keberhasilan dari pembangunan tidak terlepas dari peran aktif semua sektor terutama sektor transportasi. Luasnya wilayah jasa pelayanan angkutan yang harus dapat dijangkau, maka perlu dilakukan suatu penanganan khusus dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi yang aman, selamat, mudah dijangkau, berdaya saing dan terintegrasi. Pengelolaan pelayanan transportasi  merupakan pekerjaan yang kompleks. Dalam penyelenggaraan transportasi, sangat perlu kecepatan informasi agar setiap permasalahan dapat diatasi secara cepat dan semaksimal mungkin. Kondisi tersebut perlu dan harus didukung dengan sistem teknologi informasi untuk transportasi yang handal, yang mampu saling mendukung dan terpadu dengan sistem–sistem lainnya. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas di bidang transportasi, maka suatu sistem yang berbasis teknologi informasi yang terintegrasi ditingkat regional maupun nasional, merupakan suatu kebutuhan utama, mengingat tantangan tugas masa depan yang dituntut untuk mampu menyediakan pelayanan.

Transportasi dengan cepat, tepat, konsisten dan mudah selalu tersedia setiap saat (Timely Available) itulah yang kini menjadi tuntutan dari masyarakat. Pada tingkat operasional guna mengatasi permasalahan transportasi di tingkat lokal maka penerapan Program Aplikasi Pengendalian Lalu Lintas seperti ATCS/ITCS (Area Traffic Control System/Integrated Traffic Control System), ITS (Intelegent Transport System), sedangkan ditingkat regional dan nasional pengembangan Transportation Management Centre (TMC) merupakan salah satu solusi terbaik dari sistem teknologi informasi yang dapat dikembangkan.

3.3.           Pemanfaatan Sistem

  1. 1.       Quick Response

Sistem ini dapat membantu penerapan layanan cepat tanggap ( quick response) dari sebuah perusahaan maupun instansi dalam operasional pelayanan dengan menggunakan armada kendaraannya; antara lain dibutuhkan oleh:
a.Kepolisian,
b.Perusahaan Taksi,

c.Perusahaan Courier Service,

d.Operator Jalan Tol

2. Security

Sistem ini dapat membantu pengamanan armada kendaraan perusahaan dari pencurian, penggelapan, maupun perampokan angkutan barang; antara lain dibutuhkan oleh:

a.Perusahaan Cash Management,

b.Perusahaan Jasa Angkutan Barang dan Logistik,

c.Perusahaan Rental Mobil.

3. Decoy

Sistem ini dapat membantu pihak kepolisian dalam pelaksanaan tugas pengungkapan tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor, dengan metoda pengumpanan kendaraan yang dipasangi GPS Vehicle Tracker.

4. Fleet Management

Sistem ini dapat membantu pengelolaan armada kendaraan dari sebuah perusahaan antara lain dibutuhkan oleh: Perusahaan Jasa Angkutan Barang dan Logistik, Perusahaan Transportasi Publik, Perusahaan Courier Service
Karena analisis data informasi hasil pemantauan perjalanan kendaraan bermanfaat untuk digunakan dalam menunjang pengelolaan dan pengamanan armada kendaraan, seperti pengawasan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur ( SOP) pemakaian kendaraan dan disiplin pengemudi, untuk membantu meningkatkan produktifitas dan efesiensi pemakaian kendaraan serta menurunkan biaya operasional armada kendaraan.

3.4.           Perkembangan Sistem Informasi pada Shuttle Express

 

Pengembangan bisnis Shuttle Express tidak lepas dari penggunaan Hardware dan Software .Software yang dapat dimiliki atau digunakan secara sah setelah “membeli” atau “membayar” lisensi pemakainnya. Sebagian besar software yang dipakai oleh perusahaan merupakan jenis software berbayar atau  berlisensi, seperti system operasi Windows, MS Office, ArcView, dll. Software jenis ini biasanya memiliki kemampuan terbaik dengan dukungan service dan pengembangan yang sangat bagus. Selain menggunakan software berbayar, perusahaan ini juga menggunakan software open source. Software OpenSource. Software ini dikembangkan secara bersama‐sama dan bersifat “terbuka” sehingga penggunaan dan pendistribusian dapat dilakukan secara bebas dan “sah” atau “legal” tanpa harus membayar atau gratis. Bahkan para pemakai diperbolehkan untuk merubah dan mengembangkan sendiri untuk selanjutnya didistribusikan lagi. Jenis lisensi ini dikenal dengan nama General Public Licence (GPL). Contoh software yang digunakan adalah software untuk pemesanan kendaraan.

Pada tahun 1993, apabila kita ingin menggunakan jasa angkutan dari Shuttle Express maka sistem pelayanannya masih manual. Pelanggan diharuskan mendaftar terlebih dahulu serta pembagian jadwal kendaraan operasional menggunakan sistem manual menggunakan kertas (paper based system) dan rute kendaraannya masih menggunakan peta yang ditempelkan di papan tulis. Selain itu apabila alamat pelanggan tidak ditemukan maka perusahaan terpaksa mencarikan kendaraan lain sebagai gantinya akibatnya perusahan mengeluarkan biaya tambahan.

Dengan berubahnya sistem Shuttle Express dari paper based system ke computer based system, perusahaan tidak lagi menggunakan sistem manual. Perusahaan melakukan pengembangan perangkat lunak yang dilengkapi  dengan jaringan telepon, 12 unit computer NEC 486 yang digunakan pada sistem reservasi (pemesanan) dan 4 unit computer NEC 486 untuk sistem pembagi (dispatch) yang dilengkapi dengan hardisk berkapasitas 1,2 GB, server Digital Equipment Alpha AXP dengan spesifikasi RAM 128 MB, lalu pengemudi dilengkapi dengan Pager yang berfungsi untuk menerima nomor reservasi penumpang yang akan dijemput sesuai tujuannya. Semua perintah dikendalikan dari computer dispatch yang diterima pengemudi dan terbaca di layar pager mereka.

Dengan masuknya sistem informasi ini, Shuttle Express mampu menangani reservasi hingga mencapai angka 695.000 lebih pesanan dengan rata-rata melayani penumpang sekitar 1.500 orang dari dan ke bandar udara setiap hari serta dapat mengefisienkan waktu perjalanan pada setiap rute yang seharusnya 8 jam menjadi 3 jam saja. Selain itu, juga terjadi pengefisienan tenaga kerja sebagai operator dispatcher dari 3 orang operator dispatcher setiap shit menjadi 2 orang pada shift pagi dan satu orang pada shift sore.

 

 

Tabel Matrix Komponen Shuttle Express Pada Tahun 1995

 

 

3.5 Perkembangan Shuttle Express Saat  Ini

 

Untuk meningkatkan performa dalam melakukan kegiatan operasional perusahaan dan menaikkan daya saing bisnis terhadap perusahaan sejenis yang bergerak di bidang jasa pengangkutan, perusahaan jasa pengangkutan Shuttle Express mulai menerapkan sistem informasi yang mengikuti perkembangan zaman. Kebutuhan akan teknologi informasi seperti perangkat keras (hardware) dan teknologi perangkat lunak (software) juga mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satu teknologi perangkat lunak yang digunakan adalah website yang berguna sebagai media komunikasi antara perusahaan Shuttle Express dengan para pelanggannya.

3.5.1 Komponen Sistem Informasi Pada Tahun 2013

Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat pesat saat ini seperti aplikasi sistem on-line lewat internet dan pemantauan posisi lokasi (Global Positioning System) merupakan anugerah bagi dunia usaha dan juga kegunaan individu atau perorangan. Shuttle Express juga memanfaatkan kemajuan teknlogi ini dalam pembangunan dan pengembangan sistem informasi yang telah dimilkinya. Pemanfaatan teknologi teknologi baru ini memungkinkan Shuttle Express untuk menambahkan layanan layanan atau service baru kepada para customer-nya, dan juga untuk memperbaiki sistem kontrol atau kendali terhadap operasional perusahaan, baik dalam pemantauan semua armada kendaraan di lapangan maupun untuk percepatan dan perbaikan dalam proses internal seperti sistem metode cara pembayaran, pencetakan tanda terima (kuintansi/receipt), percepatan reservasi maupun pembatalan, komunikasi yang lebih cepat para sopir dan lain-lain. Berbagai pengembangan terhadap perangkat keras maupun perangkat lunak yang dilakukan oleh Shuttle Express adalah sebagai berikut :

1. Melakukan upgrade pada perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)

2. Pemanfaatan Teknologi GPS (Global Positioning System)

Keberadaan Global Positioning System (GPS) telah dimanfaatkan secara luas dalam bidang bisnis maupun untuk keperluan pribadi, dengan membawa penerima atau receiver GPS maka keberdaaan atau posisi seseorang atau benda lainnya baik diam maupun bergerak dengan mudah dapat diketahui. Keberadaan GPS sangat mendukung berbagai pelayanan yang dimiliki oleh Shuttle Express, yang saat ini meliputi :

a. Seattle sightseeing tours and charters

b. Share Ride and exclusive van service

c. Sedan-limo service/Town Car-limo service

d. Cruise transfers

e. Convention transfers

f. Wine tasting

 

3. Penggunaan jaringan GSM (Edge,3G, 4G) dan telephone cellular sebagai pengganti pager dan komunikasi GPS di mobil dengan server

4. Pemesanan online melalui internet

Pemesanan dapat dilakukan secara online melalui internet, selain melalui layanan telepon (24 jam), Shuttle Express mendorong agar para customer melakukan pemesanan secara online, karena akan lebih hemat waktu dan uang. Pemesanan online dengan mengakses situs atau website Shuttle Express pada situs resminya di www.shuttleexpress.

 

5. Pembayaran Online (online payment)

Untuk pembayaran selain dapat dilakukan dengan cash, local check, credit/debit card, traveller check, customer juga dapat melakukan pembayaran pada saat melaksanakan pemesanan online lewat internet melalui situs www.shuttle.express.com dengan memilih opsi credit card pada saat pemesanan. Untuk memperoleh print out kuintansi pembayaran data yang diperlukan adalah nomor pemesanan, dan salah satu informasi yang dipergunakan pada saat pemesanan seperti alamat e-mail atau nomor telepon.

 

 

6. Penggunaan Internet sebagai Media Komunikasi

Teknologi yang banyak digunakan perusahaan dalam memfasilitasi komunikasi dengan konsumennya adalah internet. Efisiensi bisnis ditingkatkan melalui kecepatan, kemampuan pemrosesan informasi dan konektivitas teknologi dimana internet menjadi bagian dalam meningkatkan komunikasi dan kerjasama (O’Brien, 2005). Di dunia bisnis, internet tidak hanya menjadi tempat pertukaran informasi melainkan alat untuk aplikasi strategi bisnis seperti pemasaran, pelayanan dan penjualan. Internet menjadi solusi praktis karena dianggap efektif dalam segi pembiayaan untuk mempublikasikan informasi, efisien dalam segi bisnis yang dapat digunakan setiap saat, dan dari segi biaya tergolong murah jika dibandingkan media iklan lainnya. Penggunaan internet sebagai media komunikasi ke pelanggan juga diterapkan oleh Shuttle Express. Berikut beberapa media komunikasi yang digunakan oleh Shuttle Express :

 

a. Web

 

b. Facebook

c. Twitter

 

d. Email

 

e. Youtube

 

 

Aktivitas SI

Sumber Daya Hardware dan Network

Sumber Daya Software

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Data

Produk

 Informasi

Mesin

Media

Program

Prosedur

Spesialis

Pengguna

Input

  • Workstation PC HP  Pavilion P6521L

 

 

  • Form Kertas
  • Jaringan LAN
    • Windows XP
    • ·  Program Reservasi
      • Data entry Procedures
 

~

  •   Pegawai     Reservasi
  • Pelanggan

 

  • Data Van
  • Data Sopir
  • Data Pelanggan
  • Data Lokasi
  • Data Trip
  • Data Reservasi

 

  • Data Entry Display

Processing

  •  Server intel xeon quad core E5620 box
  • Workstation PC HP Pavilion P6521L
  • Komunikasi
  • Jaringan Komunikasi
  • · Windows XP
  • · Program Reservasi
  • · Program Dispatch
    • ·  Transaksi Reservasi dari Dispatch

~

~

 
  • · Status Display

 

 

Output

  • Workstation PC HP  Pavilion P6521L
  • · Handphone
  • · Printer
  • · Kertas Bill
    • · Kertas Laporan
    • · Program Reservasi
    • · Program Dispatch
    • · Windows XP
      • · Penggunaan dan Distribusi Output

~

  • · Pegawai
  • · Pelanggan
  • · Manajer
 
  • Bill
    • · Konfirmasi Jadwal
    • · Jadwal Trip di Handphone
    • · Informasi di Layar

Storage

Mengetik Disc Drive Seagate 500Gb NS
  • · MS Office Access 2007
  • · Windows XP
    • · Prosedur Backup
    • · Supervisor
    • · Operator
    • · Pegawai
 

~

Control

  •   Server
  •   Pager
    •   Workstation PC NEC
    • · Kertas Dokumen
    • · laporan Pengendalian
    • · Program Monitoring
   Performance

  • · Program Monitoring   Keamanan
    • ·  Prosedur   Koreksi
    • · Supervisor
    • · Operator
    • · Pegawai
    • · Pelanggan
    • · Manajer

  • IDEM
  • Audio Signal

Matriks Sistem Informasi Shuttle Express Pada Saat Ini


BAB IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

 

Dari hasil penjabaran tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Shuttle Express adalah suatu perusahaan yang dapat memanfaatkan keunggulan sistem informasi untuk mensukseskan rantai bisnisnya. Kemudahan dan keuntungan tidak hanya dapat dirasakan oleh perusahaan tetapi juga semua masyarakat. Oleh karena itu pemanfaatan sistem informasi ini sangat berdampak yang signifikan bagi perusahaan, konsumen maupun stakeholder.

Selain itu sistem layanan yang digunakan oleh Shuttle Express adalah sistem layanan yang terpadu. Dari top level management hingga sopir memakai sistem informasi terpadu dan saling berintegrasi dalam berkomunikasi, sehingga database pelanggan yang dimiliki oleh perusahaan memudahkan pencarian pelanggan yang telah didaftarkan sebelumnya. Dengan sistem pengumpulan dan pengolahan database pelanggan yang terpadu, prosedur pemesanan layanan antar Shuttle Express semakin mudah. Inilah yang menjadi pendorong dalam perkembangan usaha Shuttle Express. Salah satu rahasia keberhasilan implementasi Sistem Informasi di ShuttleExpress adalah karena dilibatkannya karyawan dalam pembuatan dan penggelaran (development and deployment) Sistem Informasi (SI) yang tengah dirancang oleh ShuttleExpress. Hal tersebut berdampak bagi kemajuan perusahaan dalam meningkatkan usahanya sehingga dapat bersaing dengan kompetitor dalam bisnis yang sama terbukti dengan semakin eksis keberadaanya.

 

4.2 Saran

Agar tetap selalu berkemabang dan up to date maka beberapa saran berikut ini kami sampaikan yaitu :

 

a. Tetap dilakukan perbaikan mengenai update software untuk mengetahui perkembangan yang ada.

b. Lakukan security system agar tidak terjadi gangguan terhadap penggunaan software dan jalannya bisnis.

c. Lakukan perawatan berkala khususnya terhadap backup system sehingga perlindungan tetap ada bila terjadi kegagalan sistem.

d. Tetap lakukan analisis yang mendalam walaupun Decision Support System telah membantu perusahaan dalam mengambil keputusan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ismail, M. 2004. Konsep Sitem Informasi Manajemen. http://library.usu.ac.id       [Tanggal akses: 28 Januari 2014].

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2009). Essentials of Management Information Systems. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

O’Brien, James A. 2007. Pengantar Sistem Informasi, Perspektif Bisnis dan Manajerial.

Edisi 12. Terjemahan: Introduction to Information Systems, 12th Ed. Palupi W.

(editor), Dewi F. dan Deny A. K. (penerjemah). Salemba Empat. Jakarta.

Sutabri, Tata, Analisis Sistem Informasi, ANDI, 2012, Yogyakarta

Sutarman, 2012, Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.

[Shuttle Express]. 2012. Shuttle Express dalam http://www.shuttleexpress.com

[Diakses pada 28Januari 2014]

Wikipedia. 2014. Sistem Informasi Manajemen. http://id.wikipedia.org [Tanggal akses: 28 Januari 2014].

http://en.wikipedia.org/wiki/Programmed_Data_Procesor

http://www.inxservice.com

http://shuttleexpress.com/about/default

No Comments

Skip to toolbar