Profile photo of david47e

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK NVESTASI PADA PASAR MODAL

SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK INVESTASI PADA PASAR MODAL

oleh:

David Nathanael S.                  P056131624.47E

                           

Dosen Pengajar : Dr. Ir. Agus Buono, M.Si.,M.Kom

 

Program Studi Pascasarjana

Magister Manajemen Bisnis

Institut Pertanian Bogor

Januari, 2014


LATAR BELAKANG

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata investasi berarti penanaman uang atau modal di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Bertolak dari definisi tersebut, kita sebagai masyarakat awam bisa melakukan investasi, di antaranya dengan berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Mendengar kata investasi di pasar modal, sebagian besar masyarakat Indonesia masih alergi. Ada yang menganggap hal itu adalah judi, riba, ataupun tipu-menipu. Stigma negatif dari masyarakat terhadap pasar modal Indonesia beberapa tahun terakhir ini berangsur-angsur mulai berkurang. Hal ini merupakan buah dari sosialisasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia selaku otoritas penyelenggara kegiatan traksaksi pasar modal Indonesia dan Bapepam-LK selaku regulator pasar modal Indonesia terhadap masyarakat mengenai kemudahan, manfaat, dan pentingnya berinvestasi di pasar modal.

Pasar Modal Indonesia termasuk dalam kategori emerging market yang mempunyai potensi untuk berkembang lebih besar. Ironisnya masih minimnya jumlah investor di Indonesia yang hanya 0,5% dari total populasi membuat perkembangan pasar modal Indonesia menjadi tidak maksimal. Jika dibandingkan dengan Negara lain seperti Malaysia (15%) atau Singapura (30%) maka Indonesia jauh tertinggal. Adapun minimnya edukasi dan kurangnya pengetahuan akan cara berinvestasi yang baik menjadi salah satu hambatannya.

Kecilnya jumlah investor pasar modal Indonesia mengakibatkan aktivitas transaksi pasar modal yang didominasi oleh pemodal asing, sehingga investor Indonesia selama ini cenderung ikut arus terhadap pemodal asing yang cenderung memanipulasi arah pergerakan pasar. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Bursa Efek Indonesia dan Bapepam-LK rajin melakukan edukasi terhadap masyarakat serta melakukan roadshow ke berbagai daerah untuk mengenalkan potensi berinvestasi di pasar modal Indonesia. Jika masyarakat Indonesia sudah semakin banyak yang ‘bermain’ di pasar modal maka pasar modal Indonesia akan semakin mantap dan tidak mudah dipermainkan oleh pemodal asing.

Saat ini ada sekitar 491 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Akan tetapi tidak seluruhnya merupakan saham yang memiliki kualitas yang baik. Kualitas saham yang baik ditentukan dari likuiditasnya dan kapitalisasi pasarnya.  Dari 491 saham yang terdaftar seharusnya dapat dilakukan penyaringan untuk mendapatkan saham-saham yang layak untuk investasi. Kriteria penyusunan dapat dilakukan dengan variable fundamental anaisis maupun variable teknikal analisis. Sehingga resiko investor terjebak ke dalam saham yang tidak memiliki kualitas mumpuni dapat di hindari.

 

Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

Tahapan SPK:

  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)

 

Tujuan dari SPK:

  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

 


DOMAIN PERSOALAN

 

Pasar modal Indonesia saat ini tengah berkembang. Saat ini kapitalisasi pasar modal Indonesia telah mencapai Rp. 4.199,86 triliun. Sementara total transaksi harian telah mencapai Rp 6-7 triliun per hari. Akan tetapi saat ini transaksi yang terjadi sebagian besar dilakukan oleh investor asing. Sementara edukasi yang terus dilakukan sepertinya kurang menarik pada investor. Terlebih banyak calon investor yang memiliki latar belakang pendidikan bukan dari jurusan ekonomi. Hal ini membuat berbagai istilah pasar modal menjadi asing di telinga mereka.

Pasar modal Indonesia sendiri terbagi ke dalam 9  sektor. Yaitu  Agriculture yang terdiri dari 20 saham, Mining yang terdiri dari 39 saham, Basic Industry yang terdiri dari 60 saham, Miscellaneous Industry 41 saham, Consumer Goods 38 saham, Property 54 saham, Infrastruktur 47 saham, Finance 78 saham dan Trade & Investment 110 saham.

Tabel 1 : Pembagian sektor saham di Indonesia

 

Sebelum melakukan investasi selayaknya ada beberapa tahap analisa yang perlu dilakukan. Akan tetapi sering kali investor mengabaikan tahapan ini sehingga berakibat investasinya menjadi tidak maksimal.

Analisa fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian – kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Sebagian pakar berpendapat teknik analisis fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang. analisis fundamental dibagi dalam tiga tahapan analisa yaitu analisis ekonomi, analisis industri, dan analisis perusahaan.

Secara umum, analisa fundamental ini melibatkan banyak sekali variabel data yang harus dianalisa, dimana beberapa di antara variabel tersebut yang cukup penting untuk diperhatikan yaitu :

  • Pertumbuhan pendapatan (revenue growth)
  • Rasio laba terhadap saham yang beredar ( earning per share-EPS)
  • Rasio pertumbuhan EPS
  • Rasio harga saham terhadap laba perlembar saham (price earning ratio)
  • Rasio harga saham terhadap pertumbuhan laba perseroan ( price earning growth ratio)
  • Rasio harga saham terhadap penjualan (price/sales ratio)
  • Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value)
  • Rasio hutang perseroan ( debt ratio)
  • Margin pendapatan bersih (net profit margin)

 

 


Analisa Domain Persoalan

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan pengembangan sistem berbasis teknologi dan sistem informasi, yaitu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dirancang untuk membantu para investor dalam hal pengambilan keputusan investasi sehingga tidak terjebak ke dalam investasi yang tidak memiliki dasar fundamental yang kuat.

Elemen SPK

  1. User

Investor

Divisi riset sekuritas dan aset manajemen.

  1. System

Aplikasi SPK terintegrasi dengan web yang dapat digunakan multi user serta dapat diatur fitur yang ditampilkan sesuai dengan penggunanya. Aplikasi SPK menggunakan perangkat keras berupa computer server, computer klien, perangkat komunikasi data seperti LAN Card, kabel data, switch untuk routing jaringan dll.

  1. Builder

Pembangunan sistem SPK berasal dari vendor dikarenakan lebih efisien dan efektif dalam pembuatan.

Berdasarkan analisa fundamental, data-data yang dibutuhkan antara lain laporan keuangan emiten setiap kuartal dan juga pergerakan harga saham emiten tersebut. Kemudian di hitung rasio-rasio yang umum digunakan untuk menilai saham. Berikut adalah criteria rasio-rasio yang akan digunakan.

  • Pertumbuhan pendapatan (revenue growth)

Pertumbuhan pendapatan jika diatas rata-rata industry sejenis maka dinilai cukup baik. Adapun rumus perhitungannya adalah persentase kenaikan pendapatan dari periode terakhir tahun ini dengan periode yang sama tahun lalu.

  • Rasio laba terhadap saham yang beredar ( earning per share-EPS)

Rasio ini didapatkan dari laba bersih dibagi dengan jumlah saham. Jika lebih besar dari rata-rata industry maka baik.

  • Rasio pertumbuhan EPS

Perhitungan rasio ini adalah persentase kenaikan laba bersih per saham dari periode terakhir tahun ini dengan periode yang sama tahun lalu. Jika diatas rata-rata industry maka baik.

  • Rasio harga saham terhadap laba perlembar saham (price earning ratio)

Rasio ini sangat umum digunakan dalam menilai suatu saham. Adapun perhitungannya dengan membagi harga saham terhadap laba bersih per saham. Price Earning Ratio yang lebih kecil dari rata-rata industry lebih baik.

  • Rasio harga saham terhadap nilai buku (price book value)

Rasio ini juga sangat sering digunakan sebagai indikator murah atau mahalnya suatu saham. Perhitungannya adalah dengan membagi harga saham dengan nilai buku perlembar saham berdasarkan posisi keuangan terakhir. Semakin rendah maka semakin murah saham tersebut.

 

Sedangkan untuk pembobotan masing-masing kriteria adalah seperti tabel berikut.

Tabel 2 : Pembobotan Untuk Masing-masing Kriteria

Rasio

Sumber data

Bobot nilai

Lebih besar dari rata-rata

Sama dengan rata-rata

Lebih kecil dari rata-rata

Revenue Growth Laporan keuangan 10 5 0
Earning per Share Laporan keuangan 10 5 0
Price Earning Ratio Harga saham dan perhitungan EPS 0 10 20
Price Book Value Harga saham dan Laporan keuangan 0 10 20

 

Tabel 3 : Hasil dari penilaian

Nilai Rekomendasi
41-60 Saham layak investasi
21-40 Saham dengan resiko tinggi
0-20 Tidak direkomendasikan investasi

 

Gambar 1 : Ilustrasi tampilan untuk program SPK penilaian saham.

 

Dari hasil pembuatan SPK untuk menentukan saham yang layak investasi dapat disimpulkan bahwa perhitungan dengan menggunakan analisa fundamental tersebut dapat memudahkan investor sebagai langkah awal dalam investasi. Karena SPK tersebut membantu untuk menghindarkan investor dalam membeli saham dengan fundamental yang tidak baik. Sehingga investor dapat lebih mudah memilih saham dengan fundamental baik untuk investasi. Hal ini sangat menghemat waktu dan tenaga bagi investor karena tidak perlu menelaah seluruh saham di Bursa Efek Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

 

Indonesia Stock Exchange Research Division. 2014. IDX Monthly Statistics December 2013 Volume 22 No. 12. Jakarta : Bursa Efek Indonesia

Sutyanto, David. 2013. Daulat Pasar Modal Dengan Mendongkrak Investor Lokal, Majalah Pialang Edisi 16 Desember 2013. Jakarta : PT Satu Merah Putih

Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_fundamental diakses tanggal 19 Januari 2014

Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan diakses tanggal 19 Januari 2014

 

 

No Comments

Skip to toolbar