Profile photo of david47e

INTERNETWORKING PADA PT. DASH

INTERNETWORKING PADA PT. DASH

 

oleh:

 1.David Nathanael S.       P056131624.47E

2. Dian Nurhadiatin        P056131662.47E

3. Eri Septyawardani      P056131702.47E

4. Faldy Baskoro              P056131712.47E

 5. Purwantoro                  P056131852.47E

 6. Tyastuti Rahayu          P056131902.47E

7. Viga Fakoano               P056131912.47E

 

 

Dosen Mata Ajaran : Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc

 

Program Studi Pascasarjana

Magister Manajemen Bisnis

Institut Pertanian Bogor

November, 2013


BAB I

 PENDAHULUAN

 

 

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini, segala aspek kehidupan telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari masyarakat yang tradisional ke masyarakat yang modern. Secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat ke arah globalisasi. Kebutuhan manusia semakin meningkat, akan tetapi manusia dituntut untuk dapat memenuhi segala macam kebutuhannya dalam waktu yang cepat sehingga dapat mengefisienkan waktu yang dimilikinya. Salah satu alat yang dapat mempermudah kehidupan manusia adalah teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah berkembang pesat. Internet merupakan salah satu teknologi informasi dan komunikasi. Banyak hal baru yang timbul dari berkembangnya internet, salah satunya adalah pembelian atau penjualan barang atau jasa secara online. Berbelanja barang atau jasa secara online telah menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia yang ingin serba praktis dan cepat. Sedangkan bagi penjual media online memberikan keuntungan berupa kesempatan pemasaran menjadi lebih luas dan efisien.Penjualan secara online berkembang baik dari segi pelayanan, efektifitas, keamanan, dan juga popularitas. Pertimbangan dunia bisnis saat ini perusahaan menggunakan internet sebagai cara untuk menjangkau pelanggan secara global.

Menurut data yang diliris biro riset Frost & Sullivan dalam Liputan6.com, ekosistem toko atau bisnis online atau yang lebih populer dengan nama e-commercedi Indonesia memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 17 persen per tahun. Pesatnya pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia didukung oleh antusiasme terhadap platform media sosial. Bisnis e-commerce merupakan model bisnis yang tidak memerlukan investasi besar baik di awal maupun operasionalnya. Hal inilah yang mendorong munculnya berbagai toko online baru yang hadir untuk bersaing di industri pasar Indonesia.

 

1.2 Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah:

1.  Mengetahui sistem teknologi informasi yang digunakan dalam DASH (Damar Shop).

2. Mengetahui competetive forces pada DASH (Damar Shop) & strategi penyelesaiannya.

 

1.3 Perumusan Masalah

1. Apakah DASH (Damar Shop)?

2. Bagaimanakah sistem informasi yang digunakan pada DASH (Damar Shop)?

3. Bagaimana analisis SWOT, value change, dan strategi DASH (Damar Shop)?

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1 QR Code

QR Code (Quick Response Code), merupakan sebuah barcode 2 dimensi yang digunakan untuk menyimpan informasi di setiap item barang. Informasi yang terdapat didalam QR Code dapat menyimpan data seperti; huruf, angka, dan binari. Sistem ini telah banyak dipakai oleh perusahaan karena kemampuannya yang dapat menyimpan informasi 10 kali lebih banyak dari pada barcode standar, dan mudah digunakannya dalam kehidupan sehari–hari. Saat ini telah banyak berkembang dengan cepat mengenai penggunaan QR Code dalam periklanan di media, terutama telepon genggam. Seiring berkembangnya industri telekomunikasi dan telepon genggam, menjadi katalis bagi penggunaan QR Code. Para pengguna hanya mengunduh decoder QR code dan bisa mendapatkan informasi dengan cara memindai. Hal ini mempermudah tim marketing dalam hal mengimplementasikan sistem pengkodean data di periklanan, dan mendorong para konsumen untuk memindai iklan tersebut.

Berikutnya, ada beberapa karakteristik yang mendorong QR Code dapat dijadikan media iklan suatu barang.  QR Code dapat dengan mudah untuk dipindai dalam 360 derajat, sehingga memudahkan pihak produsen dan konsumen. Pihak konsumen diuntungkan dengan kenyamanan dalam penggunaan dan seiring dengan itu pihak produsen dapat keuntungan dari proporsi konversi (menaikan jumlah peluang ketika konsumen memindai suatu iklan, menjadi transaksi penjualan).

 

2.1.1 Penggunaan

QR Code dapat digunakan oleh semua sistem operasi perangkat telfon seperti; iOS, android, blackberry, dan windows phone. Berikutnya, perkembangan yang pesat dalam penggunaan QR Code dapat  dilihat dalam toko virtual dan kode pembayaran. Pada toko virtual, berdasarkan studi kasus, terdapat lebih dari 14 juta pengguna telfon genggam yang menggunakan pemindai QR Code. Hal ini menjadi alasan bagi retailer untuk mengadopsi sistem tersebut. Pada kode pembayaran, QR Code dapat digunakan untuk menyimpan informasi akun perbankan dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran (Singh and Bamoriya 2013).

 

2.2 E-commerce

Electronic Commerce atau biasa disebut dengan e-commerce, telah berkembang pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. E-commerce memudahkan produsen untuk memasarkan barang kepada pasar, karena menggunakan tehnologi internet (Tahat 2005). Hal ini memungkinkan bagi para produsen dan konsumen untuk melakukan transaksi tanpa harus bertemu secara fisik.  Menurut Laudon & Laudon (1998), e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk–produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.

Menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yang diterjemahkan oleh Onno W. Purbo (2001), e-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik. Sedangkan menurut Robert (2005), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.

Pada website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Rights Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan, termasuk organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data dijital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual.Perangkat yang diperlukan untuk mendukung e-commerce adalah komputer, telepon genggam, atau device yang dapat terhubung dengan World Wide Web.

Berdasarkan artikel Eurostat (2013), perkembangan e-commerce telah mendukung proses penjualan bagi produsen secara signifikan di negara berkembang dan negara maju. E-commerce mampu menaikan tingkat penjualan dari 20-30%. Hal ini membuktikan, bahwa e-commerce menjadi alat yang efektif dan efisien untuk menunjang proses transaksi bagi berbagai perusahaan. Terdapat 4 kelompok e-commerce, yaitu: Business to Business, Business to Consumer, Business to Government, dan Consumer to Consumer.

 

2.2.1 Business to Business

Business to Business adalah proses e-commerce antara perusahaan dengan perusahaan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mendesain supply chain yang lebih efektif dan efisien, seringkali proses ini berkaitan dengan barang mentah yang akan diproduksi oleh suatu perusahaan. Sebagai contoh dari B2B adalah transaksi antara distributor dengan retailer.

 

2.2.2 Business to Consumer

Business to Consumer adalah proses e-commerce yang memfasilitasi konsumen untuk mengetahui produk produk yang dijual oleh pihak produsen berikut dengan informasi mengenai produk tersebut. Saat ini e-commerce B2C telah banyak digunakan oleh para pihak retailer untuk mendapatkan potensi market yang lebih besar.

 

2.2.3 Business to Government

Business to Government memiliki persamaan dengan B2B. Perbedaan dari B2B adalah pada business to government, para produsen memberikan informasi mengenai perusahaan tersebut berikut dengan informasi produk kepada pemerintah dari level pemerintah daerah sampai dengan pemerintah pusat.

 

2.2.4 Consumer to Consumer

Consumer to Consumer merupakan salah satu dari e-commerce yang memfasilitasi pihak konsumen dengan konsumen untuk terjadinya proses jual beli barang di internet. Domain pada salah satu internet hanya menjadi media tempat bertemunya para konsumen yang ingin menjual barang, sehingga konsumen dapat memilih suatu barang dari beberapa konsumen yang menjual. Cara ini telah banyak dilakukan oleh beberapa pihak, sebagai contoh yang paling tenar adalah Ebay.

 

2.2.5 Transaksi Pembayaran e-Commerce

Menurut Julizvar (1998), konsultan dari Hewlett Packard (HP) Indonesia untuk terciptanya sistem pembayaran via internet memang dibutuhkan kesepakatan berbagai pihak, terutama dari pihak lembaga keuangan, merchant dan konsumen. Pihak-pihak lainnya yang biasanya terlibat untuk mendukung sistem pembayaran internet adalah penyedia sertifikat digital, baik untuk Visa (misalnya VeriSign) maupun MasterCard (misalnya GTE) dan perusahaan pemroses transaksi kartu kredit.

Metode Three Party Payment System atau disebut juga verifikasi pihak ketiga, yaitu terdapat pihak ketiga yang berfungsi sebagai tempat atau gerbang pembayaran (payment gateway).Cara kerjanya yaitu cardholder memberikan informasi credit cardkepada pihak ketiga dan payment gateway akan melakukan otorisasi lalu mengirimkan hasil otorisasi berupa suatu kode kepada merchant, kemudian merchant akan mengirimkan barang kepada pembeli (cardholder). Salah satu contoh adalah menggunakan SET (Secure Electronic Transaction).

 


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1 Profil Perusahaan

PT.Damar Enterprise (Perseroan) merupakan perseroan terbatas yang berstatus perusahaan tertutup (closely-held company) yang bergerak dalam bidang perdagangan retail berdomisili di Jakarta, dan memiliki produk dengan merek “DASH” (Damar Shop) dan “DART” (Damar Retail Shop). Pada saat ini, PT. Damar Enterprise (Perseroan) memfokuskan diri dalam memasarkan produk kebutuhan pokok secara online melalui media elektronik dan sistem infromasi terpadu.Selain itu,PT. Damar Enterprise (Perseroan) juga memiliki toko fisik yang berfungsi ganda sebagai gudang dan sarana belanja bagi masyarakat sekitar.Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 dengan visi dan misi untuk menjadi penyedia bahan kebutuhan pokok sektor retail secara online terkemuka.Perusahaan ini beroperasi dengan sistem online shop yang terintegrasi dengan berbagai sistem operasi seperti android, iOS, windows 8, blackberry maupun sistem informasi sederhana dengan menggunakan teknologi web base. Selain itu untuk mendukung penyaluran barang perusahaan juga memiliki toko fisik yang diyakini akan menjadi nilai tambah.

Saat ini perusahaan mencangkup area pemasaran di Bodetabek dengan toko pusat berada di Bogor dan dua toko fisik yang menjadi pusat penyaluran barang yang terdapat di Tangerang dan Bekasi. Sistem online akan didukung dengan keberadaan toko fisik untuk pengaluran barang ke konsumen.

 

3.2 Bisnis Perusahaan

Perusahaan hingga saat ini menjual bahan kebutuhan pokok yang saat ini fokus pada pemesanan secara online. Perusahaan berencana untuk mengembangkan ke produklain seperti fashion, elektronik dan lainnya setelah dikenal dan dipercaya masyarakat banyak.Keunggulan perusahaan ini adalah model bisnisnya yang unik.Perusahaan mengandalkan online shop yang didukung dengan sistem e-commerce. Adapun alasan kenapa perusahaan memilih e-commerceadalah :

1. Biaya operasional yang cenderung rendah karena tidak harus melakukan investasi ke toko fisik.

2. Segmen pasar yang berbeda dengan yang sudah ada.Saat ini barang kebutuhan pokok cenderung di pasarkan secara tradisional.

3. Area pemasaran yang luas dan langsung mencapai konsumen sasaran.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan pangsa pasar yang tersegmentasi. Adapun target konsumen DASH adalah konsumen kelas menengah yang tidak memiliki waktu untuk berbelanja. Studi Bank Dunia menyebutkan, kelas menengah Indonesia tahun 2012 adalah 56,5 persen dari 237 juta penduduk. Pada tahun 2003 jumlah kelas menengah di Indonesia adalah 81 juta jiwa dan kini menjadi 134 juta jiwa atau tumbuh 65 persen selama sembilan tahun. Hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan Maret-April lalu di enam kota besar (Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar) juga menunjukkan kisaran jumlah yang sama. Kelas menengah berjumlah 50,3 persen dan kelas menengah atas 3,6 persen, sisanya merupakan kelas atas (1 persen), bawah (39,6 persen), dan sangat bawah atau kelas yang betul-betul miskin (5,6 persen). Hal tersebut menunjukkan bahwa dominasi jumlah kelas menengah merupakan tingkat yang terbesar di Indonesia.

Kelas menengah yang terbentuk saat ini merupakan perpaduan berbagai unsur.Sebagian merupakan kelas menengah yang lahir dari kalangan menengah, sebagian merupakan kelompok yang baru naik kelas dari bawah menjadi menengah dan dalam jumlah lebih sedikit adalah mereka yang diturunkan oleh orangtua kelas atas atau menengah atas. Meski sedikit, pengaruh mereka signifikan menularkan gaya hidup kelas atas kepada kelas menengah.Kelas menengah juga merupakan perpaduan antara mereka yang mengalami langsung dampak krisis ekonomi dan mereka yang ketika krisis terjadi belum memiliki tanggung jawab pekerjaan karena masih berusia 0-17 tahun.Kelompok muda pra krisis inilah, terutama yang kini menempati posisi sebagai warga kelas menengah atas yang saat ini menjadi kelompok paling antusias membeli barang mewah. Hanya sekitar 2 persen dari kelompok muda kaya itu yang tidak memiliki gadget pintar (smartphone) sekelas Blackberry, iPhone, atau Samsung Galaxy, selebihnya memiliki satu, dua, atau tiga ponsel cerdas dan mahal ini.

Jadi saat ini pangsa pasar untuk kelas menengah yang dapat bertransaksi dengan online shop sangat besar.Karena hampir seluruh kelas menengah memiliki fasilitas gadget dan koneksi elektronik yang memungkinkan untuk bertransaksi secara elektronik.Akan tetapi, kami melihat banyaknya online shop yang ada di Indonesia saat ini.Oleh karena, itu kamu memutuskan untuk lebih melakukan segmentasi dengan memfokuskan diri ke masyarakat kelas menengah yang saat ini tidak memiliki waktu untuk berbelanja. Dalam hal ini adalah para pekerja di Bodetabek yang sehari-sehari menghabiskan waktu hampir lebih dari 14 jam di luar rumah. Saat ini terdapat lebih dari 5,4 juta penglaju yang setiap hari pergi dan pulang ke Jakarta. Dapat dibayangkan jika setiap orang bekerja sekitar 10 jam sehari, kemudian menghabiskan waktu untuk pulang pergi selama 4 jam setiap hari. Tentu mereka tidak memiliki waktu untuk pergi berbelanja setiap hari ke pasar.

Saat ini dengan besarnya tuntutan hidup membuat setiap orang harus bisa memanfaatkan waktu dan uang seefisien mungkin.Pilihan bagi para penglaju yang lebih praktis adalah dengan makan di luar, namun hal ini tidak efisien dalam hal ekonomi.Solusi cerdas yang DASH tawarkan adalah dengan mengantarkan barang pesanan konsumen langsung ke rumah sehingga konsumen tidak perlu menghabiskan waktu untuk pergi ke pasar.

 

 

 

Gambar 1 : Segmen Pasar DASH

 

 

Keuntungan dengan berbelanja di Damar Shop adalah :

1. Menghemat waktu untuk berbelanja ke toko fisik.

2. Menghemat biaya untuk makan sehari-hari karena tidak perlu makan di restoran setiap hari.

3. Mengantisipasi dari kemungkinan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, higienis.

4. Menjaga kehalalan makanan yang kita konsumsi.Saat ini masih banyak tempat makan dan restoran yang belum teruji kehalalannya dan belum memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

5. Kualitas dari produk Damar Shop adalah baik karena menggunakan produk organik dan berasal dari supplier yang memiliki kredibilitas yang baik.

Cara bertransaksi di DASH sangat mudah dan efisien. Karena target kami adalah kelas menengah yang sudah tentu memiliki fasilitas gadget dan teknologi yang memungkinkan untuk melakukan transaksi secara online. Andaikan seorang perempuan karir yang telah berkeluarga tinggal di Bogor dan bekerja di SCBD Sudirman Jakarta. Perempuan ini harus berangkat jam 7 pagi untuk dapat mencapai tempat kerja jam 9 pagi. Kemudian dia baru pulang jam 6 sore dan tiba di rumah pukul 8 malam. Sebenarnya dia memiliki waktu untuk memasak karena rata-rata orang tidur pukul 10 dan 11 malam.Akan tetapi karena waktunya sudah habis untuk perjalanan dan bekerja dia tidak memiliki kesempatan untuk berbelanja.

DASH dengan sistem katalog online memungkinan dia tetap berbelanja sehingga dia dapat tetap memasak dan menyajikan hidangan yang halal dan bergizi untuk keluarganya.Dia hanya perlu saat perjalanan pergi membuka aplikasi DASH di gadget miliknya sepanjang perjalanan.Kemudian dia memilih produk-produk yang dia butuhkan untuk memasak nanti malam. Jika dia telah memilih, pembayaran akan dilakukan secara online dengan otorisasi dari Visa dan Mastercard. Jadi dia tidak perlu repot-repot pergi ke bank untuk transfer dana untuk membayar pesanannya. Kemudian barang yang dia pesan akan DASH antarkan pada sore hari atau malam hari saat dia pulang ke rumah. Sebuah efisiensi waktu dan ekonomi yang menarik.

DASH juga menawarkan sistem paket untuk memudahkan para ibu berbelanja. Terkadang untuk membuat suatu menu popular seperti sup ayam, sayur asam hingga sambal balado menjadi permasalahan sendiri karena kita tidak mengetahui bahan-bahan yang dibutuhkan dan takaran yang tepat. Semisal untuk membuat sup ayam hanya dibutuhkan 1 butir kentang besar, dalam berbelanja online kita diharuskan untuk membeli minimal 1 ons. Akan tetapi, DASH menawarkan solusi yang dapat menjadi terobosan dalam berbelanja secara online yaitu dengan menyediakan paket–paket yang memudahkan dalam berbelanja.

Contoh Untuk Membuat Sayur Asam.

Bahan bahan :

–          2 buah jagung manis, di potong potong besar

–          2 sendok makan kacang tanah

–          75 gr kacang panjang, dipotong kira kira 3cm

–          1 buah labu siam, dikupas dan potong seperti dadu

–          2 sendok makan buah melinjo

–          daun melinjo 15 lembar ( secukupnya)

–          3-4 buah cabe ijo besar besar, dipotong potong kira kira 2cm

–          3 cm lengkuas, dimemarkan dulu

–          2 lembar daun salam

–          4 sendok makan air asam

–          1,5 liter air

 

Bumbu yang dihaluskan untuk resep sayur :

–          3 siung bawang putih

–          6 siung bawang merah

–          1 sendok teh terasi bakar

–          3 cabe merah

–          garam secukupnya

–          gula merah sisir, 1 sendok makan

Jika di lihat dari menu diatas, untuk memasak sayur asam dibutuhkan 2 sendok kacang tanah.DASH memberikan solusi dengan menyediakan paket yang berisi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat.Jadi konsumen dapat membeli beragam paket masakan yang sudah disediakan dan hanya tinggal meraciknya di rumah. Selain itu DASH juga memberikan bonus cara meracik setiap resep paket yang dibeli. Metode seperti ini juga menjamin kesegaran setiap bahan yang akan diolah karena DASH dalam setiap paket selalu menggunakan bahan yang segar.

Untuk memancing minat beli konsumen, DASH juga melakukan inovasi dalam bidang pemasaran. DASH akan melakukan e-marketing dan marketing dengan menggunakan pamflet-pamlet dan brosur. Dalam hal ini DASH akan menyebarkan dan memasang iklan di berbagai moda transportasi missal yang digunakan oleh para komuter.

Ada hal yang unik dalam sistem pemasaran DASH. DASH akan bekerja sama dengan beberapa operator bis dan kereta untuk dapat menempelkan poster interaktif. Dalam hal ini pada poster promosi DASH ada QR Code yang jika di scan akan terhubung dan memberikan promo. Hal ini diyakini akan menjadi sesuatu yang menarik untuk para calon konsumer. Selain itu keunggulan dari DASH adalah dukungan penuh dari DART. DART (Damar Retail Shop) merupakan toko fisik yang saat ini berada di 3 lokasi yang strategis yaitu di Bogor, Tangerang dan Bekasi. DART sendiri merupakan toko yang menjual kebutuhan pokok dengan kualitas dan harga yang kompetitif.  DART Bogor merupakan pusat dari distribusi barang yang dipasarkan oleh Damar Retail Shop. Jadi alur distribusi barang yang dikelola oleh Damar Shop baik secara online maupun fisik adalah seperti ini.

Gambar 2 : Alur Distribusi Barang

 

Jangkauan pemasaran DASH karena dibantu dengan posisi DART yang strategis menjadi semakin luas.DASH dapat menjangkau area kantong-kantong komuter seperti Tangerang, BSD, Bekasi, Cibubur, Cikarang, Depok, Cibinong dan Bogor.

 

3.3 Sistem Informasi Perseroan

 3.3.1 Stake Holder

Sebagai sebuah entitas, perusahaan ini melibatkan stake holder yang turut mendukung jalannya bisnis ini. Keterlibatan stakeholder ini mulai dari produsen, pemasok sampai ke pelanggan. Secara singkat akan dijelaskan stakeholder yang terlibat seperti di bawah ini:

–    Produsen; sebagai pemasok langsung untuk produk-produk yang bisa secara langsung dapat di beli tanpa melalui distributor produk tersebut.

–    Suplier/distributor; sebagai pemasok untuk produk yang proses pembeliannya tidak bisa langsung ke produsen dan haarus melalui jaaringan distribusi yang ditunjuk untuk menjual produknya dari produsen.Seperti diketahui,supplier dari bisnis ritel atau convenience store adalah berbagai perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan komoditas pertanian, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

–    Perusahaan distribusi dan logistik; yang menjalankan supply chain. Stake holder ini akan menjadi parter utama dalam menjalankan pengangkutan pasokan barang dan management suply chain sekaligus untuk malakukan pengiriman pesanan ke pelanggan.

–    Penyelenggara system komunikasi; stake holder ini menyelenggarakan jasa telekomunikasi dan pertukaran informasi untuk melakukan transaksi bisnis virtual ini. Ada beberapa provider yang akan terlibat misalnya penyelenggara sistem komunikasi hanheld (handphobe) sebagai interface yang menghubungkan pelengan dengan perusahaan virtual shop online.

–  Penyelenggara komunikasi digital(internetprovider); berpartisipasi dalam penyelenggaraan bisnis ini mulai dari penerimaan order dari pelanggan, pembayaran online, pengelolaan pengadaan barang dan dan distribusi barang.

–    Bank; proses pembayaran online ini akan melibatkan bank sebagai pelaksana trasaksi keuangan sebagai komitment setelah transaksi pembelian dilakukan. Bank juga akan perfungsi sebagai penjamin pemnbayaran ke suplier dan produsen.

–    Pelanggan; adalah target pasar yang akan membeli produk yang dipasarkan oleh perusahaan.Pelanggan dari sistem ini adalah individu. Kami khususkan lagi kustomer yang menjadi sasarannya adalah individu-individu yang sibuk, yang kurang memiliki waktu untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

 

3.3.2 Network

            Dalam menjalankan bisnisnya DASH yang mengemukanan sistim informasi sebagai infrastruktur utama mengunakan berbagai jenis layanan seperti dijelaskan dalam gambar berikut:

Gambar   : Jaringan komunikasinSistem Informasi DASH

–          Intranet

Jaringan intranet digunakan untuk komunikasi antara main server dan gudang penyimpanan terdekat dengan pemesan atau kustomer. Ketika kustomer memesan barang, maka secara otomatis device kustomer akan mengirimkan specific customer number yang akan terbaca di main server sebagai data pesanan atau invoice. Main server akan menginfokan dan mengirimkan data pesanan kepada server di gudang yang terdekat dengan alamat pengiriman barang.

–          Extranet

Extranet dalam proses bisnis ini berguna untuk menghubungkan supplier dengan kustomer dan bank.

Hubungan antara supplier dan toko ini dihubungkan oleh extranet yang berguna untuk melihat jumlah barang yang tersedia dalam setiap gudang. Dengan dukungan jaringan ini, maka kami sebagai pelaku bisnis tidak perlu memesan barang dengan menggunakan telpon lagi, tapi cukup order by web yang terintegrasi dengan supplier.

Untuk kelancaran pembayaran, maka extranet ini berguna sebagai penghubung antar bank dan sistem informasi akuntansi kami. Dikarenakan sistem pembayarannya menggunakan sistem cashless, maka kustomer wajib memiliki minimal kartu debet dari bank yang bekerja sama dengan kami. Secara otomatis sistem akan mendebet tabungan kustomer dan akan mengkreditkan rekening perusahaan.

–          Internet

Internet dalam bisnis kami adalah jaringan utama yang menghubungkan antara perusahaan dengan kustomer. Tanpa internet, maka secara langsung perusahaan kami tidak akan memiliki kontak langsung dengan kustomer, yang artinya tidak akan ada penjualan.

 

Jaringan internet yang digunakan adalah jaringan seluler yang terhubung dengan mainserver kami. Kostumer menggunakan jaringan ini untuk memesan barang yang diinginkan dan internet akan secara langsung mengirimkan pesanan tersebut ke jaringan kami.

 

3.3.3 Technology

  1. Web

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk jaringan pemesanan dalam bisnis kami adalah dengan menggunakan jaringan selular. Kostumer cukup memfoto QC Code yang tertera dalam product catalog yang tersebar di Jabodetabek.

Seperti yang pada gambar 4, kostumer akan memilih pesanan mereka dan akan memasukan daftar belanja mereka kedalam keranjang belanja secara virtual. Setelah melakukan verifikasi dan melakukan pembayaran secara debet tabungan atau menggunakan kartu kredit, maka secara otomatis pesanan tersebut akan terekam ke main server dan kemudian diteruskan kepada storage server yang kemudian akan diproses untuk dikirimkan kepada pemesan.

  1. Short Message Service (SMS)

Selain web sebagai sarana utama dalam bertransaksi jual beli, kami akan secara berkala mengirimkan short message service (SMS) kepada para pelanggan. Isi SMS ini berupa promosi-promosi barang atau program-program berhadiah yang ada di toko kami. Namun pelanggan tidak bisa memesan barang melalui SMS, pemesanan dan pembelian barang hanya bisa dilakukan dengan memfoto QRcode.

 

3.3.4        Benefit

 

  1. 1.    Core Company

Bagi perusahaan kami, tentunya sistem belanja QC code virtual shop ini sangat menguntungkan. Selain cara baru dalam berbelanja yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia, cara ini akan menghemat dari sisi pengeluaran tetap perusahaan. Maksudnya adalah dengan QC code virtual shop, kami tidak perlu membangun toko disetiap pemukiman penduduk. Cukup dengan sistem pengantaran kerumah, kami sudah bisa melayani pelanggan. Tidak perlu lagi kami survey tempat untuk membangun toko, membayar tagihan-tagihan tetap bulanan, atau bahkan membangun toko itu sendiri.

Selain keuntungan dari segi fisik bangunan, sistem QC code virtual shop akan meningkatkan angka penjualan bagi perusahaan. Secara signifikan angka penjualan akan meningkat karena pelanggan bisa mengakses kegiatan jual beli dimana saja selama tersedia catalog dan perangkat handphone.

Bisnis e-commerce yang dikembangkan ini sesuai dengan target market yang di buat dan pengguna yang akan menjadi calon pembeli produk yang kita tawarkan. Dari analisa rantai nilai (Value Chain analysis) dapat di definisikan benefit yang akan diterima oleh perusahaan dengan menjalankan bisnis ini.

1. Revenue, dalam skala bisnis keuntungan dapat di ambil dari berbagai rantai yang terjadi selama bisnis ini berjalan. Tentu saja utamanya dalah pendapatan dari selisih harga jual dan harga beli yang terjadi pada semua transaksi yang ada.

2. Iklan, perusahaan ini menggunakan sistem virtual store dimana katalog produk yang di tawarkan dapat di display melalui beberapa metode.

– Brochure: perusahaan menggunakan brosur yang sudah dilengkapi dengan barcode untuk trasaksi pembelian oleh user dengan menggunakan hand phone.

– Pamflet dan poster yang di pasang di lokasi strategis dimana target customer berada. Dari pemasangan pamflet dan brosur ini perusahaan bisa menarik fee untuk promosi produk kepada produsen dari produk yang kita pasarkan.

3. Cost saving, dengan menggunakan teknologi informasi semua transaksi denan pelanggan dapat dilakukan secara vitual dengan tidak mengunakan tenaga kerja sehingga bisa menghemat cost operasional perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan keunggulan perusahaan dari sisi cost dan harga jual.

4. Ketepatan delivery, dengan menggunakan ERP yang di padukan dengan suply chain untuk kepentingan logistik dan distribusi produk yang diperjual belikan, paling tidak perusahaan bisa mendapatkan dua benefit;

– Jaminan akan adanya sistem delivery yang handal sehingga tingkat kepastian pengiriman barang ke pelanggan lebih dapat andalkan.

– Jaminan akan kepastian untuk mendapatkan barang dari suplier atau produser yang lebih terpercaya karena sudah ada sistem yang mengatur secara online atas semua produk yang di butukan.

5. Sistem pembayaran online memungkinkan perushaan nntuk menerima pembayaran saat transaksi dilakukan. Dengan bekerjasama dengan online banking juga memudahkan pelanggan untuk melakukan pembayaran dengan relatif mudah.

 

 

  1. 2.    Stakeholders

Seperti ditabulasikan pada gambar 9, bahwa perkembangan kepemilikan mobile phone pada tahun 2015 akan mencapai 4.85 billion user. Itu artinya lebih dari setengah umat manusia di planet ini (67% dengan jumlah populasi sebersar 7.25 billion ditahun 2015) akan menggunakan handphone. Wilson Kerr, seorang pakar dalam urusan pembangunan situs dan e-commerce­ menyatakan bahwa m-commerce akan meledak dikemudian hari sehingga ada baiknya seluruh perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce­ perlu menjadi perusahaan yang bergerak dibidang m-commerce (diy-marketing.blogspot.com). Hal ini akan sangat berkaitan dengan jumlah transaksi perbankan yang bekerja sama dengan persusahaan kami.

Bayangkan bila akan banyak orang, terutama wanita karir yang membawa handphone atau tab dan mereka bisa berbelanja distasiun kereta atau terminal tanpa harus menenteng keranjang atau kantong plastik. Mereka cukup memfoto QR code dari komoditi yang akan mereka beli dan menunggu dirumah. Jumlah transaksi perbankan mereka, terutama kartu kredit akan meningkat signifikan. Contoh nyata penerapan QR code dapat meningkatkan penjualan adalah pada perusahaan Verizon. Penjualan Verizon mengingkat 200% dalam jangka waktu satu minggu promosi. Bila diuangkan maka pendapatan Verizon bertambah US$ 35,000 untuk biaya promosi sekitar US$ 1000. Verizon menggunakan sarana social media seperti Facebook untuk promosi barangnya (www.instant.ly).

Benefit yang lain juga akan didapatkan oleh stakeholder tapi lebih banyak mereka menerima benefit atau manfaat dari penggunaan jasa yang merekan tawarkan ke perusahaan. Sebagai contoh Bank akan menerima lebih banyak lairan transaksi keuangan dalam proses pembayaran, perusahaan logistic dan suply chain akan menjalin bisnis dengan perusahaan dengan menjadi bagian dari sistem expedisi barang yang di perdagangkan. Perusahaan internet dan telekomunikasi akan menerima lebih banyak income dari penggunaan pelayanan mereka yang makin meningkat.

 

 

3.3.5. Strategic

 

  1. 1.        Analisis competitive force

 

Gambar 11 : Porter five forces diagram

Sumber: www.google.com

Potential Entrants

Bisnis dengan menggunakan QR code adalah bisnis dengan dengan menggunakan teknologi dan sistem informasi. Dikarenakan perusahaan kami bergerak dibidang distribusi pangan dan sudah memiliki ukuran tersendiri dalam produknya, maka untuk potensi ancaman dari pendatang baru akan berkurang. Karena tidak banyak toko ritel atau convenience store yang rela menginvestasikan uang mereka untuk teknologi QR code ini. Untuk kedepannya juga kami akan bekerja sama dengan beberapa convenience store demi kemudahan bertransaksi.

 

Suppliers

Tidak bisa dipungkiri bahwa ketergantungan kami akan supplier cukup besar. Untuk menjaga komoditas kami tetap dalam keadaan standar minimum perusahaan, maka kami akan banyak membutuhkan supplier. Perusahaan kami pun kurang memiliki kekuatan untuk tawar menawar dengan supplier karena ketergantungan kami cukup besar.

 

Subtitutes

Perusahaan kami optimis bahwa teknologi virtual shop ini belum memiliki produk pengganti dengan market share yang besar. Saingan perusahaan kami adalah pasar tradisional dan tukang sayur keliling. Tapi sekali lagi, dikarenakan kami memiliki pangsa pasar yang khusus, maka tidak akan menjadi masalah.

 

Bargaining power of costumer

Konsep virtual shop tidak memungkinkan untuk konsumen tawar menawar harga dengan pembeli karena tidak ada interaksi langsung. Tapi itu tidak menjadi alasan bahwa konsumen tidak memiliki bargaining power yang kuat. Bargaining power konsumen pada kasus kami terletak saat konsumen ingin membeli produk kami dengan harga yang tidak kompetitif, maka konsumen akan beralih ke cara konvensional.

 

Intensity Of competitive rivalry

Perusahaan kami menyatakan bahwa untuk indikator yang satu ini, kami memiliki satu keuntungan besar, yaitu belum adanya kompetisi berimbang di pasar kami. Bisa dikatakan kami adalah pelopor konsep virtual shop di Indonesia

 

  1. 2.    Strategi mengatasi competitive force

Potential Entrants

Untuk membendung ancaman perdagangan dari pendatang baru, maka kami akan membuat jaringan bisnis yang lebih besar. Contohnya adalah kami mengambil konsep virtual shop dari Korea Selatan. Masyarakat Korea Selatan cukup memfoto QR code pada catalog atau banner yang terletak di stasiun-stasiun atau terminal dan mereka akan mendapatkan semacam notifikasi di handphone  mereka.

 

Suppliers

Tidak banyak cara untuk perusahaan kami melakukan tawar menawar dengan suppliers. Karena suppliers adalah rantai utama kami dalam menjalankan bisnis. Tanpa mereka, bisnis kami akan tersendat karena tidak adanya komoditi yang akan kami jual. Yang bisa kami lakukan adalah memperbanyak jumlah suppliers agar pada saat satu tidak bisa memenuhi kebutuhan kami, maka akan ada penggantinya.

 

Subtitutes

Dikarenakan kami memiliki pangsa pasar tersendiri dan memiliki tempat berjualan sendiri, maka untuk barang pengganti bagi perusahaan kami tidak akan menjadi masalah yang besar. Karena saingan perusahaan kami adalah pasar tradisional dan tukang sayur keliling. Tapi sekali lagi, dikarenakan kami memiliki pangsa pasar yang khusus, maka tidak akan menjadi masalah.

 

Bargaining power of costumer

Secara jelas kami menyatakan bahwa kekuatan tawar menawar konsumen secara konvensional hampir tidak ada. Bargaining power of costumer dimiliki saat konsumen merasa barang yang kami jual harganya tidak kompetitif, maka konsumen akan beralih ke cara konvensional. Tapi dikarenakan kami tidak perlu membayar biaya-biaya selayaknya toko konvensional, seperti listrik, air telepon dan sewa gedung, maka harga yang kami jual pun tidak akan lebih mahal dari toko konvensional.

 

Intensity Of competitive rivalry

Dikarenakan perusahaan kami adalah pelopor dari virtual shop, maka kompetisi dengan pesaing secara langsung tidak akan terjadi. Akan tetapi untuk menutup potensi persaingan, maka strategi kami adalah dengan bekerja sama dengan convenience store lain seperti yang sudah dijelaskan diatas.

 

3.4 Analisa SWOT

Gambar 12 :  Analisis SWOT Damar Shop

 

 

Kekuatan dan Peluang: Bisnis perusahaan ini mampunyai kompetitiveness yang lebih baik dibandingkan dengan toko fisik yang perlu investasi dan pegawai yang harus di biayai dan akan membebani biaya penjualan produk secara keseluruhan. Sementara itu peluang muncul dengan sangat baik karena bertambahnya jumlah populasi penduduk dengan kategori tingkat ekonomi menengah yang sibuk dan melek teknologi. Dengan anaisa ini perusahaan akan mengembangan bisnisnya dengan membuka lebih banyak servise point/gudang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan mempercepat pengiriman barang sampai pelanggan menjadi dalam hitungan jam saja.

 

Kelemahan dan Peluang: Belum dikenalnya sistem belanja ini oelh masyarakat luas sementara jumlah pelanggan potensial begitu banyak dan belum tersentuh, maka perusahaan harus melakukan pengenalan sistem belanja yang baru dan memperkenalkan mobile shoping dan virtual shop dari DASH ini sebagai satu paradigma berbelanja yang baru dan lebih efisien. Untuk itu perusahaan akan menganggarkan biaya untuk melakukan promosi baik melalui media jejaring sosila, web site, sms, pamfle/baner dan media masa.

 

Kekuatan dan Ancaman: Sebagai bisnis yang berbasis sistem informasi maka biaya penjualan (sales cost) akan lebih competitive dibandingkan dengan pasar swalayan. Akan tetapi jika pasar swalayan atau supermarket ini juga akan terjun menggunakan sistem yang sama dengan DASH untuk juga menjajakan produknya di dunia maya dengan sejenis virtual store mereka maka hal ini akan sangat mengancam keberlangsungan DASH. Oleh karena itu perusahaan akan melakukan pendekatan dengan perusahaan atau supermarket ini untuk menjalin kerjasama dengan melakukan internetwroking.

 

Kelemahan dan Ancaman: Ancaman akan masuknya pebisnis ritel besar ke model bisnis ini dengan kondisi sementara ini paradigma pelanggan belum berubah dari cara transaksi jual beli tradisional dan cara transaksi jual beli vitual untuk produk-produk kebutuhan pokok masih akan memberikan waktu bagi perusahaan untuk mengendalikan tingkat resiko dari kemungkinan tersebut. Akan tetapi DASH harus tetap menjalankan strategi untuk mengajak bekerja sama para pemain retail yang ada sehingga saat paradigma model bisnis ini sudah diterima masyarakat DASH sudah siap dengan melakukan kerjasama dan mencegak ritel besar masuk ke model bisnis yang sama dengan DASH.

 

 

3.5  Analisa Strategik Perseroan

 

Analisa perusahaan ini secara strategis dapat dijelaskan dalam bagan Business Model dibawah ini dimana DASH sudah menetapkan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce dengan menggandeng beberapa partner penting dalam bisnisnya.

 

Menurut Edward Dinu, betapa sangat dinamisnya e-commerce dewasa ini dibandingkan dengan tradisional commerce jelas terlihat dari competitive advantage yang dimiliki e-comerce: entry barrier yang sangat permisif, mudah di akses dengan investasi rendah untuk memulai bisnis ini, termasuk bisnis yang memiliki cash cycle relatif cepat dengan tingkat pengembalian modal yang baik meskipun dengan margin yang rendah.

 

Seperti terlihat dalam bisnis model DASH bahwa perusahaan ini menggunakan ‘partner dalam menjalankan bisnisnya sehingga scara keseluruhan cost yang  terjadi menjadi kecil, akan tetapi perusahaan ini juga tidak bisa menjual barangnya dengan harga yang sama dengan supermarket dan perusahaan ritel bear lainnya karena salah satu Competitive Advantage dari DASH yang harus di pertahankan adalah “Cost Leadership”.

Dalam konteksnya sebagai perusahaan yang harus menerapkan Cost Leadership sebagai keunggulan kompetitifnya maka strategy perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Economies of Scale: Perushaan harus meningkatkan kinerja penjualan untuk menaikan revenue, hal ini bisa dilakukan dengan cara:

–       Memperbanyak channel yang harus dipakai perusahaan untuk menjangkau pelanggannya. Dalam hal ini DASH harus bisa menambah jalur distribusi dan service point (store) yang akan mendekatkan DASH dengan pelanggan.

–       Meningkatkan revenue dari penjualan produk dengan cara melakukan promosi dan menambah katalog produk di virtual store. Menambah range produk yang di tawarkan sehingga bisa memenuhi seluruh kebutuhan pelanggannya.

  1. Cost Control: Perusahaan haru melakukan kontrak jangka panjang dengan partner dan suplier agar mendapatkan purchase power dan kestabilan harga dari suplier sementara untuk harga jual DASH bisa melakukan perubahan kapanpun untuk menaikan revenue ternasuk kebebasan untuk melakuka promo dan discount. Kontrak jangka panjang ini harus dipilih untuk produk dan barang tertentu yang memang punya fluktuasi yang tidak menentu. Efek secara langsung adalah kestabilan cost dan pengendalian biaya yang lebih baik.
  2. Process Innovation:

–       DASH harus melakukan innovasi baik dalam penyedian platform pelayanan maupun media yang bisa dijadikan saranya untuk menjangkau peanggan dan melakukan transaksi karena hal ini merupaka resources utama perusahaan.

–       Mengembangkan kemudahan dalam pembayaran karena saat ini berbelanja dengan sistem vitrual dianggap sangat beresiko. Tidak ada jaminan resiko ini yang membuat virtual stor kurang diminati.

–       Delivery juga merupakan area harus di invasikan. Bisnis semacam ini masih terkendala dengan mekanisme pengiriman yang njelimet dan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai menerima barang.

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

4.1 Kesimpulan

 

Damar Shop merupakan sebuah online shop yang terintegrasi oleh system informasi yang mumpuni. Damar Shop dalam bisnisnya didukung oleh system yang memungkinkan efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Selain itu dukungan dari Damar Retail Shop juga membuat Damar Shop dapat kompetitif.

Penggunaan QR Code dan berbagai teknologi lainnya sesuai dengan pangsa pasar dari Damar Shop sehingga memiliki pengaruh yang positif dalam penggunaannya. DASH sendiri memang menargetkan kelas menengah yang sedang berkembang dimana pada kelas tersebut sudah memiliki kemampuan mumpuni dalam bertransaksi secara online. Damar Shop merupakan contoh kasus yang unik dimana system informasi yang baik dapat menjadi seuatu nilai tambah bagi perseroan. Sistem informasi memiliki peranan penting dalam bisnis Damar Shop.

4.2 Future Development

Future development yang akan diterapkan oleh perusahaan kami, antara lain:

  1. Bekerja sama dengan convenience store lain untuk tetap menjaga stabilitas penjualan.
  2. Membangun banyak gudang penyimpanan agar cakupan bisnis perusahaan kami menjadi seluruh Indonesia atau bahkan mendunia.
  3. Mengembangkan jumlah catalog kami menjadi di gedung-gedung perkantoran.


DAFTAR PUSTAKA

 

Eurostat. 2013.“Ecommerce contribution in Europe” (infographic). http://ecommercenews.eu/infographic-ecommerce-contribution-in-europe/[9 November 2013]

Laudon. 1998. Analisis Sistem. Jakarta: Salemba Empat.

Maulana, Adhi. 2013. 6 Situs e-Commerce yang Mendominasi Pasar Online Indonesia. http://tekno.liputan6.com/read/672273/6-situs-e-commerce-yang-mendominasi-pasar-online-indonesia. [9 November 2013]

 

Onno W. Purbo, Aang Arif Wahyudi, 2001. “Mengenal E-Commerce”, Elex Komputindo, Jakarta.

 

Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com)

Singh, R., & Bamoriya, H. 2013. QR Codes in Print Advertising: Elucidating Indian Vogue Using Content Analysis. India.

Tahat, Hisham. 2005. Factors Affecting E-Commerce Contract Law. University of Aberdeen.

 

http://adage.com/datacenter/videoposter2011/#26 (5 November 2013)

http://diy-marketing.blogspot.com/2011/10/using-qr-codes-to-trigger-retail-sales.html (5 November 2013)

http://www.qrscanner.us/qr-retail.html (5 November 2013)

http://www.instant.ly/blog/2013/01/how-qr-codes-helped-verizon%E2%80%99s-sales-increase-200/ (5 November 2013)

 

 

No Comments

Skip to toolbar